WhatsApp Icon
BAZNAS Dukung Panen Perdana Terong di Lahan Integrated Farming System Bantul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong kemandirian ekonomi peternak melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya melalui panen perdana terong di lahan integrated farming system (IFS) milik Kelompok Ternak Berkah Cerme Balai Ternak Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harno bersama Taufik dan Syamsudin melakukan pengecekan tanaman terong di lahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan tanaman, memastikan kesiapan panen, serta melakukan pengambilan video dalam rangka mengikuti lomba film inspirasi.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa tanaman terong telah siap dipanen. Proses panen perdana direncanakan berlangsung pada malam hari setelah salat tarawih dan akan dilanjutkan dengan penjualan hasil panen pada dini hari.

Diperkirakan hasil panen perdana mencapai 50 kilogram terong. Kehadiran panen ini menjadi berkah tersendiri bagi para peternak, terutama di bulan Ramadhan, karena diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mempersiapkan diri menjelang Hari Raya Idul Fitri.

BAZNAS berharap program integrated farming system ini dapat terus berkembang, memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peternak binaan, serta memperkuat ketahanan ekonomi mustahik. Dukungan dan pendampingan dari BAZNAS menjadi wujud nyata komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui sektor pertanian dan peternakan.

Kontributor : Laila

Editor : ayu

29/03/2025 | Kontributor: Humas
ZChicken Binaan BAZNAS Jadi WIsalah Kebaikan Untuk Panti Asuhan di Kota Dumai

ZChicken binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi pilihan favorit bagi anak-anak panti asuhan di Kota Dumai, Provinsi Riau. Rahyu, salah satu penerima bantuan menerima pesanan sebanyak 100 box ZChicken untuk didistribusikan ke dua panti asuhan.

Pesanan tersebut terdiri dari 60 box untuk Panti Asuhan Ayah Ibu di Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota, dan 40 box untuk Panti Asuhan Muhammadiyah di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Setiap bulan, Rahyu rutin menerima pesanan ZChicken dari para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan di Kota Dumai. Menurut Rahyu, ZChicken sangat cocok untuk anak-anak karena memiliki kemasan yang menarik dan cita rasa yang disukai.

"Alhamdulillah ZChicken sangat di sukai dengan anak panti asuhan, setiap bulan ada donatur yg menghubungi saya melalui whatsapp memesankan makanan untuk anak-anak panti asuhan, dan untuk menu biasa nya anak-anak panti yang memilih menu nya sendiri, ketika saya survei ke panti nya saya membawa beberapa menu catering, dan alhamdulillah ini selama saya berjualan ZChicken ini sudah ke 2 kali nya anak-anak panti memilih menu ZChicken" Ujar ibu Rahyu.

Selain melayani pesanan untuk panti asuhan, Rahyu juga tetap membuka outlet ZChicken miliknya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Selama bulan Ramadhan, outlet Rahyu buka mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, dengan rata-rata penjualan mencapai 50-60 potong ayam setiap harinya.

Program ZChicken dari BAZNAS bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi mustahik melalui pemberdayaan usaha kuliner. Kehadiran ZChicken tidak hanya membantu Rahyu meningkatkan pendapatan keluarganya, tetapi juga menjadi jalan kebaikan untuk berbagi rezeki dengan anak-anak panti asuhan di Kota Dumai.

BAZNAS akan terus mendorong para pelaku usaha binaan agar semakin berkembang dan berdaya saing. Dukungan masyarakat, baik melalui pesanan maupun donasi, menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan kesejahteraan bagi mustahik dan mereka yang membutuhkan.

Kontributor : Laila

Editor : ayu

29/03/2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS dan Ma’had Aly Zainul Hasan Gelar Program 1000 Cahaya Ramadhan

 

 

Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan” dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H. Program ini merupakan bagian dari inisiatif BAZNAS yang berlangsung serentak di 162 titik di seluruh Indonesia untuk menanamkan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Ma’had Aly Zainul Hasan ini mencakup seminar Ramadhan, Dzikir Ramadhan, serta buka puasa bersama yang diinisiasi oleh mahasantri penerima beasiswa dan pengurus DEMA Ma’had Aly. Program ini juga melibatkan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memberikan pendampingan keagamaan bagi anak jalanan, anak yatim, dan penyandang disabilitas.

 

Peluncuran program ini dilakukan secara daring oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si., melalui kanal YouTube resmi BAZNAS. Dalam sambutannya, Noor Achmad menegaskan pentingnya program ini dalam membentuk generasi yang memiliki kompetensi akademik dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

 

Mudir Ma’had Aly Zainul Hasan Genggong menyampaikan harapannya agar program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di kalangan generasi muda.

 

Kontributor: Nikita Earlene salsabila

Editor: YMK

29/03/2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS Bertransformasi, Permudah Pembayaran Zakat Digital jadi Cepat dan Praktis

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., mengajak masyarakat untuk menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Dengan layanan pembayaran digital yang praktis dan cepat, BAZNAS memastikan dana yang terkumpul dapat tersalurkan secara tepat sasaran, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan kurang beruntung. Ia mengatakan, sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat secara nasional, BAZNAS terus berinovasi dalam memberikan kemudahan bagi para muzaki.

"Saat ini, pembayaran zakat di BAZNAS semakin mudah berkat sistem digital yang terintegrasi. Kami telah bermitra dengan ratusan kanal pembayaran, baik digital maupun konvensional, sehingga mempermudah masyarakat dalam berzakat. Selain itu, dampak dari zakat yang disalurkan juga dapat diukur secara transparan," ujar Rizaludin beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan,  masyarakat dapat menunaikan zakat dengan mengakses website resmi baznas.go.id atau menggunakan berbagai platform pembayaran online yang telah bermitra dengan BAZNAS. Untuk memudahkan perhitungan zakat, BAZNAS juga menyediakan fitur kalkulator zakat. Dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi bukan sekadar soal kemudahan, tetapi juga sesuai dengan ajaran Islam yang telah diterapkan sejak zaman Rasulullah SAW.

"Sejak perintah zakat diturunkan pada tahun kedua Hijriyah, Rasulullah SAW mendirikan lembaga amil zakat untuk memastikan pengelolaan dan distribusi zakat dilakukan dengan baik," jelasnya.

Rizaludin juga mengingatkan bahwa penyaluran zakat secara mandiri dapat berisiko, seperti tidak tepat sasaran atau menimbulkan sifat riya (pamer). Oleh karena itu, sistem pengelolaan profesional sangat diperlukan agar zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Zakat merupakan instrumen penting dalam pemerataan ekonomi yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel," tambahnya.

Selain memberikan bantuan langsung, BAZNAS juga menjalankan program pendampingan bagi penerima zakat agar mereka dapat mandiri secara ekonomi. Program-program ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan konsumtif, tetapi juga memberdayakan mustahik agar lebih sejahtera.

"BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat sebagai sarana pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami menghadirkan berbagai program, seperti beasiswa pendidikan, bantuan biaya kelulusan, Program Rumah Layak Huni, serta distribusi sembako dan kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu," ungkap Rizaludin.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, seluruh dana yang dikelola oleh BAZNAS diaudit secara berkala oleh auditor independen, dan laporan keuangannya dapat diakses oleh publik sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Kepercayaan masyarakat adalah hal utama dalam pengelolaan zakat. Oleh karena itu, kami selalu memastikan setiap dana yang masuk dikelola dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Rizaludin juga menekankan bahwa dengan berzakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, para muzaki turut berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan.

"Mungkin tidak semua muzaki memiliki waktu untuk membantu langsung mereka yang membutuhkan. Namun, melalui BAZNAS, siapa pun bisa berpartisipasi dalam aksi kebaikan, bahkan dengan nominal donasi yang kecil sekalipun," jelasnya.

Saat ini, rata-rata penghimpunan zakat di BAZNAS mencapai Rp1,2 triliun per tahun. Menariknya, sekitar 70 persen donatur berasal dari kelompok usia 18–40 tahun, menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya zakat semakin meningkat.

"Tren ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan filantropi Islam di Indonesia. Semakin banyak anak muda yang peduli dengan zakat dan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial," kata Rizaludin.

Rizaludin mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi demi efektivitas dan kebermanfaatan yang lebih luas.

"Mari bersama-sama menyalurkan zakat dengan cara yang lebih aman, lebih baik, dan lebih tepat sasaran. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua dengan keberkahan dan rezeki yang melimpah," tutupnya.

Kontributor : harisi

Editor: Ayu

29/03/2025 | Kontributor: Humas
BAZNAS, Le Minerale, dan Masjid Istiqlal Hadirkan Dropbox Daur Ulang Botol Plastik  

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Le Minerale dan Masjid Istiqlal meluncurkan dropbox untuk mengumpulkan botol plastik bekas yang nantinya akan didaur ulang. Hasil dari program ini akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat Palestina yang tengah membutuhkan bantuan kemanusiaan. 

Inisiatif ini bertujuan untuk mengelola limbah plastik secara lebih bermanfaat, sekaligus mengubahnya menjadi sumber pendanaan bagi program kemanusiaan, baik di Indonesia maupun untuk Palestina.  

Turut hadir dalam acara ini Ketua BAZNAS RI Prof. KH. Noor Achmad, M.A., Marketing Director Le Minerale Febri Satria Hutama, Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Badan Pengelola Masjid Istiqlal H. Abu Hurairah Abdul Salam, Lc., M.A., serta sejumlah jajaran lainnya.  

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan, “Kita tadi sudah mendengarkan bersama-sama bahwa Le Minerale sebagai produk asli Indonesia, yang saat ini namanya bukan hanya besar di Indonesia saja melainkan di dunia. Le Minerale bukan hanya mementingkan perdagangan saja tetapi juga mementingkan kemanusiaan. Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan Le Minerale akan membantu Palestina, membantu saudara kita di Palestina."

Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS memiliki komitmen besar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk untuk Palestina. "BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada pihak Le Minerale dan Masjid Istiqlal yang saat ini akan bersama meluncurkan dropbox yang akan menampung botol-botol yang akan didaur ulang kembali. Dapat dibayangkan berapa banyaknya botol-botol ini jika dikumpulkan, insya Allah akan banyak sekali kalau dihitung. Bersama kita peduli, peduli akan lingkungan sekitar kita dan peduli terhadap masyarakat Palestina," ujarnya.  

Marketing Director Le Minerale, Febri Satria Hutama, menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga membangun hubungan kemanusiaan yang lebih luas. "Semangat ukhuwah atau persahabatan yang Le Minerale jalin bersama dengan BAZNAS dan Masjid Istiqlal saat ini mencakup semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah basyariyah."

Ia juga menambahkan, "Melalui program peluncuran dropbox diharapkan agar masyarakat tidak membuang sembarangan. Setelah itu kami akan mengolah botol dan dimanfaatkan menjadi alat yang dapat digunakan kembali. Hal ini akan membawa nilai jual ekonomis dengan keuntungan besar, dan hasil dari pengumpulan ini untuk disalurkan kepada saudara-saudara yang membutuhkan baik di Indonesia ataupun Palestina."

Brand Ambassador Le Minerale, Irwansyah, juga menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. "Dengan program daur ulang ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu mereka yang membutuhkan, baik di Palestina maupun di Indonesia. Dan semoga bisa memberikan peluang bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama." ucapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Badan Pengelola Masjid Istiqlal, H. Abu Hurairah Abdul Salam, Lc., M.A., berharap kerja sama antara Le Minerale dan BAZNAS terus berlanjut. 

"Semoga setiap teguk air dan setiap suapan takjil yang diberikan bisa menjadi pahala. Tanpa berhenti berkontribusi, semoga Le Minerale dan BAZNAS terus berkembang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dan terakhir ada tetap istiqamah dan ikut memakmurkan Masjid Istiqlal dan masjid lain di Indonesia." 

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus membantu saudara-saudara di Palestina yang membutuhkan dukungan kemanusiaan.  

*Kontributor: Najwa Najihah

*Editor: Mas

29/03/2025 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BTB Goes to School Ramadhan di 13 Sekolah Seluruh Indonesia
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BTB Goes to School Ramadhan di 13 Sekolah Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Goes to School Ramadhan 1446 H di 13 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tematik Ramadhan yang diinisiasi oleh BAZNAS Tanggap Bencana dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tim BAZNAS Tanggap Bencana dari berbagai daerah, seperti Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Barru, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Trenggalek, Kota Palopo, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bulukumba turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini. Selama bulan Ramadhan, program ini akan terus berlangsung di berbagai titik lainnya di seluruh Indonesia. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup edukasi mitigasi terhadap berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan banjir. Selain itu, para siswa dan guru juga mengikuti simulasi evakuasi mandiri untuk memastikan mereka siap menghadapi situasi darurat jika terjadi bencana. Sebanyak 924 siswa dan guru dari 13 sekolah berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya: 1. SDN 33 Sumpang Binangae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 2. SMP Muhammadiyah 2 Galur, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 3. SD Muhammadiyah Brosot, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta 4. SDN Atue, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan 5. MI Salafiyah Tumpeng, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 6. MI Miftahul Ulum Sumber Wuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur 7. SMA As Sakinah, Provinsi Kalimantan Barat 8. SMP As Sakinah, Provinsi Kalimantan Barat 9. SDN 1 Rangkasbitung Barat, Kabupaten Lebak, Banten 10. MI Hasyim As'ari Wonoanti, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur 11. SMP Negeri 10 Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 12. SMP Negeri 11 Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan 13. Madrasah Aliyah Negeri 2 Bulukumba, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa serta guru dalam menghadapi risiko bencana, terutama selama bulan Ramadhan. Dengan adanya edukasi dan simulasi ini, diharapkan para peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Kontributor : Fikri Editor : ayu
BERITA26/03/2025 | Humas
Terong Perdana di Lahan Integrated Farming System Binaan BAZNAS di Bulan Ramadhan
Terong Perdana di Lahan Integrated Farming System Binaan BAZNAS di Bulan Ramadhan
Lahan pertanian yang berlokasi di Padukuhan Srunggo 2, Kelurahan Selopamioro, Kepanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan peternak yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dalam hal ini, tiga petani bernama Harno, Taufik, dan Syamsudin melakukan pengecekan tanaman terong di lahan Integrated Farming System (IFS) milik Kelompok Ternak Berkah Cerme Balai Ternak Bantul. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kondisi tanaman serta menentukan apakah terong sudah siap dipanen. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka pengambilan video untuk lomba film inspiratif. Dari hasil pengecekan, tanaman terong menunjukkan pertumbuhan yang optimal dan siap dipanen. Proses panen perdana dijadwalkan berlangsung pada malam hari setelah salat tarawih dan hasil panen akan langsung dijual pada dini hari. Diperkirakan jumlah terong yang akan dipanen perdana mencapai 50 kg. Dengan adanya panen ini di tengah bulan Ramadhan, diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi peternak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. Upaya ini sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan peternak melalui konsep pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kontributor : Fikri Editor : ayu
BERITA26/03/2025 | Humas
BAZNAS Gelar Pesantren Jalan Cahaya untuk 100 Anak Jalanan di Jakarta Pusat
BAZNAS Gelar Pesantren Jalan Cahaya untuk 100 Anak Jalanan di Jakarta Pusat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) sukses menggelar program Pesantren Jalan Cahaya, sebuah inisiatif pembinaan karakter dan akhlak bagi 100 anak jalanan di Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memberikan bekal spiritual serta wawasan keislaman bagi para peserta, yang jumlahnya terus meningkat di ibu kota. Dalam program ini, peserta mendapatkan bimbingan dalam berbagai aspek keislaman, seperti fiqih, akhlak, dan tahsin Al-Qur'an. Dengan pendekatan yang inspiratif dan penuh kasih, pesantren ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mereka dalam menanamkan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak jalanan untuk merasakan kebersamaan serta kepedulian dari berbagai pihak yang ingin mendukung perubahan positif dalam kehidupan mereka. Sebagai puncak acara, Wali Kota Jakarta Pusat, Drs. M. Arifin, M.AP, turut hadir dalam penutupan Pesantren Jalan Cahaya. Dalam sambutannya, beliau memberikan lima pesan berharga kepada para peserta, yaitu pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (Habluminallah), membangun hubungan baik dengan sesama manusia (Habluminannas), menuntut ilmu dengan penuh semangat, memiliki tekad untuk mengubah nasib, serta selalu bersyukur dan bertawakal dalam menghadapi kehidupan. Pesan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para anak jalanan untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Dengan terselenggaranya Pesantren Jalan Cahaya, BAZNAS dan RISKA berharap program ini memberikan dampak jangka panjang dalam membangun generasi muda yang lebih berakhlak, berilmu, dan memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Kontributor : Fikri Editor : Ayu
BERITA26/03/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat